Banyak yang beranggapan kalau Pajak itu susah dan rumit atau bahkan menjadi anti dengan yang namanya pajak padahal setiap orang tidak bisa lepas dari yang namanya pajak.

Setiap orang yang sudah memiliki penghasilan dan sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP ) maka setiap tahunnya wajib untuk melaporkan SPT Pajak. Tetapi bagaimana cara membuatnya ?

Pertama, kita harus mengenal Dahulu jenis-jenis formulir yang digunakan dan peruntukannya sebelum kita menghitung jumlah Pajak kita.

  1. Formulir 1770 SS
  • Untuk Pegawai / Karyawan yang penghasilan brutonya dibawah 60 Juta rupiah dalam setahun. Untuk melihat penghasilan bruto anda bisa lihat di bukti potong 1721-A1 untuk karyawan swasta & 1721-A2 untuk pegawai negeri sipil. Bukti Potong ini wajib dilampirkan untuk pelaporan manual.
  • Formulir ini digunakan hanya untuk pegawai yang penghasilannya hanya dari satu pemberi kerja ( kerja di satu perusahaan saja ) dalam setahun. Bagi yang bekerja di lebih dari satu perusahaan dalam setahun, contoh : Bulan 1-3 bekerja di PT A dan bulan 4-12 bekerja di PT B dan setelah digabungkan penghasilan bruto dibawah 60 Juta maka tetap tidak boleh menggunakan formulir ini, melainkan 1770S 
  1. Formulir 1770 S
  • Untuk Pegawai / Karyawan yang penghasilan brutonya sama dengan atau diatas 60 Juta dalam setahun.
  • Juga digunakan untuk Pegawai / Karyawan yang memperoleh penghasilannya dari 2 atau lebih pemberi kerja walaupun total penghasilannya dalam setahun kurang dari 60 Juta tetapi harus tetap menggunakan 1770S
  1. Formulir 1770
  • Untuk Wajib Pajak yang penghasilannya dari usaha dan pekerjaan bebas ( seseorang yang memiliki keahlian khusus untuk memperoleh penghasilan tanpa adanya ikatan kerja, contoh Dokter, Notaris, Konsultan, dll ), Bekerja lebih dari satu pemberi kerja, Penghasilan yang bersifat final atau dikenai PPh Final, penghasilan dalam negeri lainnya ( Bunga, ROyalti, penghasilan dari anak wajib pajak yang belum dewasa, dll ) atau penghasilan dari luar negeri ( robert agustunus )

LEAVE A REPLY